![]() |
| International Bibliography of Periodical Literature (Photo credit: Wikipedia) |
Basis data yang (database)
adalah suatu pengorgansasian sekumpulan data yang terkait sehingga memudahkan
aktivitas untuk memperoleh informasi. Basisdata dimaksudkan untuk mengatasi
masalah pada sistem yang memakai pendekatan berbasis berkas .
Perancangan
yang dimaksudkan disini adalah bersifat konseptual,
artinya bahwa perancangan dengan menentukan dan menunjukkan hubungan antara
entity dan relasinya berdasarkan proses yang diijinkan oleh organisasi data.
Penekanan dari model konseptual adalah adanya struktur data dan relasi antar file disamping metode pengaksesan data.
Terdapat dua buah teknik perancangan basis data konseptual, yaitu teknik
normalisasi dan teknik entity relationship. (Bunafit Nugroho,
2004).
Tahap-tahap
dalam merancang database adalah:
- Tahap Normalisasi
Proses
normalisasi adalah suatu proses dimana elemen-elemen data dikelompokkan menjadi
tabel-tabel, dimana dalam tabel tersebut terdapat entity-entity dan relasi
antar entity. Dalam proses normalisasi, field
kunci memegang peranan yang penting dalam pembuatan tabel yang berisi entity dan relasinya.
Field kunci merupakan satu field atau
satu set yang terdapat dalam satu file yang erupakan kunci dan mewaliki record. Kunci disini akan sangat penting
apabila didalam program nanti terdapat fasilitas pencarian, karena field yang
merupakan kunci akan menjadi penentu dalam pencarian program.
Field kunci dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
a.
Kunci
kandidat (candidate key), adalah satu atribut atau field yang mengidentifikasikan secara
unik dari suatu kejadian yang sifatnya khusus dari suatu entity.
b.
Kunci
primer (primary key), kunci kandidat yang dipilih untuk mewakili setiap kejadian
dari suatu entity. Kunci primer ini sifatnya unik, tidak mungkin sama dan tidak
mungkin ganda.
c.
Kunci
alternatif (alternative key), adalah kunci kandidat yang tidak
mungkin dipakai sebagai kunci primer.
d.
Kunci
tamu (foreign key), adalah kunci primer
yang ditempatkan pada file lain dan biasanya menunjukkan dan melengkapi suatu
hubungan antara file satu dengan file yang lainnya.
Urutan
bentuk dari tahap normalisasi:
a. Bentuk Tidak Normal
Bentuk ini
merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu
format tertentu, dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data
dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya.
b. Bentuk Normal Kesatu (INF / First
Normal Form)
Bentuk
normal kesatu memiliki ciri yaitu setiap data dibentuk dalam flat file
(file datar), data dibentuk dalam satu record
demi record dan nilai dari field-field berupa atomic value atau data yang ada tidak bisa dipecah lagi. Tidak ada set
atribut yang berulang-ulang atau atribut bernilai ganda (multivalue). Tiap field hanya memiliki satu pengertian, bukan
merupakan kumpulan kata yang mempunyai arti mendua, hanya satu arti saja dan juga
bukanlah pecahan kata-kata sehingga artinya lain.
c. Bentuk Normal Kedua (2INF / Second Normal Form)
Bentuk
normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi bentuk normal
kesatu. Atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi kepada atribut
kunci utama. Sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentuka
kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili
atribut lain yang menjadi anggotanya.
d. Bentuk Normal Ketiga (3INF / Thirtd Normal Form)
Bentuk
normal ketiga mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi bentuk normal
kedua dan semua atribut bukan primer tidak mempunyai hubungan yang transitif.
Dengan kata lain, setiap atribut bukan kunci
haruslah bergantung hanya pada primary key secara utuh.
e. Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
Boyce-Codd Normal Form mempunyai
paksaan yang lebih kuat dari bentuk normal ketiga. Untuk menjadi BCNF, relasi
harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribut harus bergantung fungsi
kepada atribut superkey.
Tujuan
tahap normalisasi adalah, berhubungan erat dengan masalah-masalah pada file-file
basisdata dan pengaksesan data yaitu:
a. Redudansi dan Inkonsistensi Data
Redudansi data adalah penulisan data yang sama secara
berulang, hal ini selain memboroskan memori yang digunakan juga dapat mengakibatkan
terjadinya inkonsistensi data atau
data yang memiliki arti ganda. Untuk mengatasi hal ini maka bentuk penyimpanan
data haruslah normal maka kita perlu mengadakan normalisasi data dalam
perancangan database.
b. Fleksibilitas Data
Fleksibilitas
data dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam menampilkan kembali data-data
yang dipilih dan diperlukan dalam basis data dan mempresentasikannya dalam
format-format yang berbeda.
c. Masalah Keamanan
Tidak
semua pemakai database diperbolehkan
mengakses seluruh data yang ada pada database. Perijinan pengaksesan database
diberikan seperlunya saja bagi user
yang menggunakan.
d. Masalah Integritas
Integritas
data dimaksudkan sebagai sarana untuk selalu menyediakan nilai yang terkandung
dalam sistem basis data adalah benar. Salah satu cara untuk meyakinkan
integritas data adalah dengan cara meyakinkan bahwa nilai-nilai data adalah
benar .
e. Independensi Data
Independensi data dimaksudkan sebagai ketidak tergantungan
data baik secara fisik ataupun secara logik independensi data secara fisik
adalah bahwa deskripsi data tidak mengalami ketergantungan pada
perubahan-perubahan dalam teknik penyimpanan secara fisik. Sedangkan yang
dimaksud dengan independensi data secara logik adalah bahwa perubahan-perubahan
kebutuhan user dapat berubah, tetapi hal ini tidak mengakibatkan perubahan
terhadap pandangan user terhadap
basis data atau skema logiknya.
f. Sharebilitas Data
Suatu
sistem basisdata harus bisa digunakan oleh pemakai-pemakai yang berbeda atau group pemakai yang berbeda.
2. Relational Database Management System (RDBMS)
Merupakan
sekumpulan data yang disimpan sedemikian rupa sehingga mudah diambil
informasinya bagi pengguna, dan data tersebut saling berhubungan. RDBMS
merupakan suatu paket perangkat lunak yang kompleks
digunakan untuk memanipulasi database.
Ada
tiga prinsip dalam RDBMS :
a.
Data Definition
Mendefinisikan jenis data yang akan dibuat (dapat berupa angka atau huruf),
cara relasi data, validasi data dan lainnya.
b. Data
Manipulation
Data yang telah dibuat dan didefinisikan tersebut akan dilakukan beberapa
pengerjaan, seperti menyaring data, melakukan proses query.
c. Data
Control
Bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti siapa saja
yang bisa melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user.
Semua operasi input dan output yang berhubungan dengan database harus
menggunakan DBMS. Bila pemakai akan mengakses database, DBMS menyediakan
penghubung (interface) antara pemakai dengan database.
Hubungan pemakai dengan database dapat dilakukan dengan dua cara :
1) Secara interaktif menggunakan
bahasa pertanyaan (query language).
2) Dengan menggunakan program
aplikasi.




0 komentar:
Posting Komentar